Properti Batam Masih Cerah
Kamis, 27 Maret 2008
Pengurus DPD REI Batam Kunjungi ”Batam Pos”
Batam - Bisnis properti Batam ke depan diyakini masih cerah meskipun semakin hari lahan di kota Batam ini semakin terbatas. ''Lihat saja di lapangan masih banyak lahan kosong yang belum dibangun. Ini kan peluang untuk membangun properti,'' ujar Ir Mulia Pamadi MM, M.Hum, Ketua DPD REI Khusus Batam, saat berkunjung ke redaksi Batam Pos di Graha Pena Lantai II Batam Center, Rabu (26/3).

”Laju dunia usaha di Batam masih hidup, bahkan terus bergerak, termasuk di bidang properti. Namun, agar properti terus dan makin bergeliat diperlukan langkah penanganan. Salah satunya Free Trade Zone (FTZ) segera dilaksanakan untuk Batam, Bintan, dan Karimun (BBK),” ujar Mulia Pamadi yang juga Direktur Mulia Realty Batindo ini.

Ia juga menambahkan, tidak hanya REI yang berharap Free Trade Zone (FTZ) segera terlaksana di Batam tetapi juga kalangan dunia usaha lainnya.


Mulia yang juga dosen di Universitas Internasional Batam (UIB) ini menjelaskan, jika Batam ini sudah FTZ, tentu bisa menggerakkan peraturan-peraturan lain tentang properti yang ada selama ini, untuk lebih menguntungkan pemilik properti dan developer. ”FTZ ini akan lebih mendorong lembaga lain seperti Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Misalnya saja, soal ketentuan bagi warga negera asing untuk memiliki properti di Batam. Saat ini hanya 25 tahun nanti kita harapkan menjadi 70 tahun. Begitu juga dengan ketentuan Sertifikat Hak Guna Bangunan, Hak Milik dan lainnya agar dipermudah,” ujarnya.


Mulia lalu menceritakan bahwa saat ini ada 130 anggota REI Khusus Batam, 80 di antaranya adalah anggota aktif.  Ia juga mengaku kunjungan REI Batam ke Batam Pos kemarin adalah kunjungan yang pertama ke kantor media massa dan sebelumnya mereka berkunjung PLN Batam dan menjadi kunjungan pertama ke lembaga non media.

''Pengurus baru REI ini semangatnya adalah semangat baru. Saya ingin membawa REI ini menjadi organisasi profesi yang besar,'' ujarnya.


Mulia saat ke Batam Pos kemarin didampingi beberapa pengurus DPD REI Batam diantaranya Ivan Manurung (sekretaris), Ciciek Sabirin (wakil ketua), Afi (wakil sekretaris), Eddy  (wakil ketua), Edison (sekretaris eksekutif), Suciwati (wakil ketua), dan  Izin Nursyamsi (wakil ketua).

  Rombongan REI Batam ini disambut langsung Pimpinan Umum Batam Pos, Socrates, Pimpinan Redaksi Batam Pos, Hasan Aspahani, Arham dan awak redaksi lainnya.


Kemudian, Izin Nursyamsi menerangkan mengenai rumitnya pengurusan over kredit, take over, dan mendapatkan sertifikat perumahan.

Menurutnya hal-hal yang menyangkut pertanahan tersebut berhubungan dengan prosedur izin lahan dari Otorita Batam (OB). ''Apalagi untuk pecah PL (peta lokasi) untuk pengurusan Sertifikat Hak Guna Bangunan, Hak Milik dan ketentuan dokumen untuk pemilikan lahan,'' ujarnya.

Jika masing-masing developernya mengurus bersamaan, menurut Nursyamsi tentu akan membutuhkan waktu banyak bagi OB untuk mengurusnya. (yah/www.kepritoday.com)